Friday, September 7, 2018

Syarat, Biaya & Cara Perpanjang Ganti Plat Nomor Motor di Samsat Kudus

Honda Astrea Prima

Tidak terasa ini sudah bulan September 2018, dan saya keinget sama plat nomor kendaraan yang ternyata sudah harus ganti plat nomor.

Nah pagi tadi saya ke Samsat Kudus untuk ganti plat motor. Seperti biasa saya langsung ke tempat fotokopian yang berada di depan samsat, tepatnya berada di baratnya selatan jalan raya dan dibarat jalan, di selatan sungai. Bingung saya mengutarakan lokasinya, pokoknya tempat fotokopiannya madep ke timur. Orang Kudus pasti tahulah tempat yang biasa itu.

Tidak usah tanya-tanya, untuk ganti plat nomor langsung saja serahkan BPKB asli, STNK asli, KTP asli. Nanti langsung di fotokopi sama masnya sudah paham kok. Kita dapatnya nanti stopmap kuning yang sudah ditempel-tempel sama fotokopian STNK dan KTP serta BPKB, masing-masing satu buah kalau tidak salah. Kemudian di dalam stopmanya juga distaples KTP sama STNK yang asli.

Jadi isi stopmap kuning kalau tidak salah, lupa-lupa ingat:
  • 1 Fotokopi KTP
  • 1 Fotokopi STNK (jadinya ada 2, kan di STNK bolak balik tuh, kalau tidak salah kwitansi sama yang stnknya)
  • 1 Fotokopi BPKB
  • KTP ASLI
  • STNK ASLI

Kemudian BPKB asli saya bawa lagi, saya masukkan tas, karena saya bawa tas kecil slempangan biar seperti anggota.. anggota apa ini?? kalau saya anggota satria bajahitam... hehehe..

Sampai di depan samsat, disamping pos keamanan sudah ada bapak-bapak petugas  parkir, langsung motor saya di spion distaples ada kwitansi parkir. Tulisannya motor 1rb, mobil 2rb kalau tidak salah. Dan langsung dibayar pas masuk itu.

Kemudian sampai di halaman samsat, kita akan melihat 2 gedung menghadap ke selatan (Gedung yang di timur, dan gedung yang di barat). Nah kita kan sudah punya stopmap kuning beserta isi-isinya tadi. Langsung saja masuk ke gedung yang sebelah timur sendiri, dan stopmap tersebut di tumpuk. Setelah di tumpuk tunggu sebentar, jangan khawatir ada bangku-bangku yang nyaman untuk menunggu. Tidak berapa lama kira-kira 5 menit langsung dipanggil lagi dan stopmap kita dikembalikan langsung diinstruksikan untuk cek fisik kendaraan.

Dengan membawa stopmap kuning tadi dan sepeda motor kita bawa ke belakang gedung, di belakang pokoknya arahnya dari depan gedung, kebarat, kemudian ke utara ada di belakang tempatnya. Nah di situ kita tumpuk lagi stopmap kuningnya.

Setelah ditumpuk lagi, kita menunggu dipanggil petugas di loket. Nahhh saya ini dipanggil, "bapak BLACAN" siap pak... langsung menunjukkan BPKB asli. Sudah gitu saja, kemudian BPKB kita ambil kembali masukkan tas.

Setelah menunjukkan BPKB asli, tunggu beberapa saat ada petugas yang akan menggesek nomor rangka & mesin kendaraan. Seperti biasa kalau nomor rangkanya ada di jok motor tinggal buka jok, kalau saya motor tua jadi perlu sedikit buka dek, di sana disediakan drei, obeng, untuk membukanya sendiri. Selesai cek fisik langsung motor di arahkan di tempatkan di tempat parkir semula yaitu di depan gedung pertama kita masuk. Kira-kira di sini 15 - 30 menitan lah, tergantung antrian.

Sudah selesai cek fisik, kemudian stopmap kuning tadi diserahkan kepada kita kembali. Langsung menuju gedung depan yang barat. Masuk dari pintu paling timur, langsung tumpuk lagi Stopmap kuning di loket pendaftaran. Tunggu beberapa saat kita dipanggil kembali, diserahkan  kembali stopmap kuning ke kita, namun ada tambahannya di dalam berupa formulir untuk kita isi sesuai dengan keadaan kendaraan kita, seperti nomor kendaraan, merk, tipe, no ktp. Tenang saja, gampang kok isinya.

Setelah kita isi, kita serahkan kembali stopmap kuning beserta formulir yang sudah diisi dengan pulpen ke loket yang sama. Tunggu beberapa saat kira-kira 5 menitan, dipanggil lagi langsung dapat nomor antrian.

Tunggu saja nomor antrian kita dipanggil di loket baratnya yang tadi kita menumpuk stopmap, pas dipanggil itu saatnya kita membayar kewajiban kita, motor saya Honda Astrea Prima tahun 1989, habis Rp 230rb. Dan setelah membayar kita hanya mendapatkan kwitansi (yang dibaliknya stnk itu lho, kan kalau di dalam plastik biasanya ada 2 lembar, 1 stnk dan 1 kwitansinya, maaf kalau salah pak polisi saya tidak tahu namanya apa saya sebut kwitansi karena ada rincian biayanya).

Lalu STNK nya dimana??? kita menunggu lagi di panggil di loket baratnya. Nah giliran saya dipanggil lagi, langsung menyerahkan kwitansi tadi eh dapetnya KTP saya yang asli yang di stopmap kuning sama kwitansi tadi dikembalikan beserta tambahan plastik pembungkus STNK.

STNK nya dimana Pak Eko??? STNK nya nunggu sebulan lagi baru jadi. Jadi bulan depan kita ke samsat lagi. Tapi jangan khawatir plat nomor sudah langsung bisa di ambil di belakang gedung, tepatnya di timur tempat cek fisik.

O iya,  jangan lupa untuk pengambilan plat nomor di perlukan fotokopi kwitansi tadi. Kita fotokopinya di belakang gedung pepetan sama tempat cek fisik kendaraan, biayanya Rp.2rb. Langsung menuju tempat pengambilan plat nomor yaitu di timurnya lagi kira-kira jarak 5 meteran sampai...hhehhe... deket sekali ya..

Kita serahkan fotokopian tadi dan  kwitansi yang asli. Kemudian fotokopinya diambil petugas, kemudian yang asli di stempel. Sudah langsung nunggu dipanggil lagi untuk mendapatkan plat, sebentar kok, kira-kira 10 menitan.

Taraaaa.... selesai...

Kebetulan ini hari sabtu, saya berangkat dari rumah pukul 8.00 sampai di Samsat 8.30 ternyata sudah ramai. Mungkin karena hari sabtu yang bertepatan dengan libur perkuliahan atau karyawan-karyawan sehingga dimanfaatkan untuk mengurus surat-surat kendaraan.

Saya bertemu dengan kawan juga di sana yang sama-sama mau ganti plat, tapi sebelumnya 3 hari  yang lalu dia sudah ke samsat untuk sekedar mencari tahu bagaimana tata cara dan syarat pengurusannya. Kata dia, pas dia ke sini kemarin tampak lengang/sepi tidak seperti hari ini yang ramai antrian.

Saya selesai pukul 10.30 sampai rumah pukul 11.00. Sebentar saja kok... jadi jangan males2an kalau mau ngurus surat kendaraan. Lagian petugasnya ramah-ramah. OK

No comments:

Post a Comment

Cari di Blog ini

Artikel Lainnya

Powered by Blogger.